Senin, 27 September 2010

Bawaan Lahir Atau Biasa Dipelajari


Pertanyaan-pertanyaan berikut cukup menarik dan banyak menjadi bahan pemikiran para ahli. Apakah seseorang memang dilahirkan sebagai penjahat?. Sungguh adakah orang yang dilahirkan sebagai pemimpin?. Bila anda terlahir pemalu, bukankah itu berarti anda menjadi pemalu selamanya? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu juga berkembang di berbagai bidang psikologi, seperti misal, apakah intelegensi sudah ada sejak lahir – sebagai sifat bawaan si anak – atau dapat berkembang melalui pola pengasuhan yang tepat. Silang pendapat ini dikenal sebagai perdebatan “bawaan – perkembangan (nature – nurture)”. Semua jawaban yang pernah diberikan tidak sepenuhnya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Namun demikian, dalam kaitannya dengan bersikap positif ini kita mengetengahkan empat asumsi yang merupakan tema pembicaraan.

- Sikap Positif bukan bawaan lahir;
– Sikap Positif bisa dipelajari;
– Sikap Positif adalah pilihan;
– Kita bisa mempraktekkan sikap positif, bisa juga tidak – itu pilihan anda.

Keempat asumsi ini penting bagi pembahasan kita, karena jika anda tidak sependapat bahwa sikap positif merupakan sesuatu yang adapat anda pilih, maka kecil kemungkinan bagi anda untuk berubah.

Bila anda masih ragu-ragu, cobalah mengerjakan latihan berikut ini:
Renungkan sejumlah aspek kehidupan anda. Berilah jawaban, apakah sikap anda sekarang ini memang karena anda terlahir demikian; atau semata-mata merupakan hasil pelajaran atau
Pengaruh yang anda terima
Atau merupakan campuran antara sikap bawaan lahir dan perkembangan kehidupan anda ?
Cara anda mengambil keputusan [1] [2] [3]
Sikap anda terhadap uang [1] [2] [3]
Sikap anda terhadap ras [1] [2] [3]
Pendapat anda mengenai masalah lingkungan [1] [2] [3]
Rasa humor anda [1] [2] [3]
Selera musik anda [1] [2] [3]
Semangat dan energi anda [1] [2] [3]
Surat kabar yang anda baca [1] [2] [3]

Pada dasarnya, cara anda berpikir, selera dan sikap politik anda adalah hasil belajar dan akan terus berkembang selama hidup. Sedangkan rasa humor, semangat dan energi anda – yang merupakan sedikit campuran antara bawaan lahir dan pilihan – merupakan pengecualian.

Mungkin anda berpendapat bahwa semua ini agak ekstrim. Bila anda yakin bahwa sikap positif atau negatif adalah bawaan sejak lahir, dan kebetulan anda sendiri atau karyawan anda mempunyai sikap negatif, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat dilakukan untuk mengubahnya. Sebenarnya tidaklah demikian.
Memang faktor genetis juga berperan. Sebagian besar orang bisa menyanyi, namun sedikit sekali yang mampu melantunkan lagu sekaliber Ruth Sahanaya. Banyak orang bisa menggambar, namun hanya segelintir orang yang mampu menggambar sebagus Basuki Abdullah. Semua orang bisa berlari, namun hanya sedikit sekali yang bisa menjadi pelari kelas dunia.

Sekali pun demikian, melalui praktek dan latihan kita akan mampu menyanyi lebih baik, menggambar lebih baik atau berlari lebih cepat. Jadi dengan bersikap positif, anda akan dapat menjadi semakin baik dalam hal-hal yang anda geluti. Sebagai langkah awal, anda perlu bersikap positif pada kemungkinan terjadinya perubahan.

Sikap positif dalam manajemen merupakan suatu sifat yang dapat meningkatkan setiap atau semua bentuk kecakapan manajemen. Namun demikian, sikap positif tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu sikap positif berkaitan timbal balik dengan berbagai bentuk kecakapan manajemen.

Mari kita tutup sesi ini dengan mengandaikan anda sebagai manajer personalia yang sedang menghadapi pemogokan karyawan. Bagaimana kecakapan anda dalam menangani masalah tersebut dikaitkan dengan ciri-ciri bersikap positif yang pernah kita bahas di sesi 2? Berilah skor pada setiap ciri mulai dari
negatif hingga positif:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1. Sangat tidak netral———————————-Netral

2. Tidak mampu menguasai———–Mampu menguasai

3. Tidak berpikir kreatif——————-Berpikir Kreatif

4. Pesimis———————————————Optimis

5. Tidak efektif berkomunikasi—Efektif Berkomunikasi

Tentu saja kita tidak bisa memberi angka yang pasti untuk mengukur tingkat sikap positif anda. Namun, pada taraf tertentu anda harus menilai seberapa positif sikap anda pada saat ini, dan apakah ada hal yang harus diubah agar anda dapat mengingkatkan sikap positif anda. Boleh jadi anda berpikir ada indikasi yang menjadi ciri-ciri lain bersikap positif dan itu sah-sah saja. Yang penting di sini, semakin tinggi nilai yang anda berikan pada latihan di atas atau ciri-ciri lain yang anda tambahkan, maka semakin besar kemungkinannya anda dapat bersikap positif dalam manajemen anda.

Minggu, 27 Juni 2010

Mari kita Bermimpi


MARI KITA BERMIMPIKetika kita berharap, kita takut untuk bermimpi. Bahkan beberapa orang mengatakan bahwa "jangan jadi pemimpi!"Hidup diawali dari sebuah mimpi.Masa depan dibentuk dari sebuah mimpi. Jangan takut untuk bermimpi. Setidaknya, sering-seringlah kita melakukan mimpi yang sadar atas apa yang kita harapkan akan terjadi terhadap kita di masa yang akan datang.Apa gunanya kita bermimpi?

Mimpi akan membentuk sebuah sikap yang optimis dan memotivasi diri mewujudkan apa yang kita impikan.Coba kita lihat orang-orang yang tidak punya daya juang tinggi, orang yang merasa lemah sepanjang hari, orang yang gampang putus asa, dan orang yang tidak mau maju. Mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai mimpi dan mereka adalah orang-orang yang takut membentuk mimpinya sendiri. Mimpi adalah sebuah kekuatan yang dapat kita gunakan sebagai jembatan masa depan.Bentuklah mimpi-mimpi anda. Untuk pertama kali mungkin kita akan merasa malu untuk mengawali sesuatu dari sebuah mimpi. Kita juga merasa bahwa kita melakukan hal yang tidak banyak artinya ketika kita mau untuk bermimpi.Mengapa?

Karena kita tidak tahu bahwa mimpi mengandung sebuah kekuatan yang dapat mempengaruhi sel-sel otak manusia mewujudkan harapannya. Bermimpi secara sadar adalah melakukan tindakan imajinatif dalam pikiran terhadap apa yang kita harapkan untuk terjadi dalam diri kita.Semakin kuat kita melakukan mimpi, semakin kuat pikiran membentuk sebuah jembatan dalam sel-sel otaknya. Semakin sering kita melakukan mimpi secara sadar, semakin gampang kita dituntun ke arah pembentukan realitas harapan kita.Jangan takut bermimpi!

Apapun hal yang akan kita lakukan, entah itu mengawali sebuah usaha, pekerjaan ataupun kegiatan lain yang kita harapkan hasilnya, bermimpilah tentang hal tersebut. Bermimpilah bahwa kita telah mengalami sebuah hasil dari yang akan kita lakukan.

Dengan mimpi tersebut kita telah membentuk jalan dalam pikiran yang siap menuntun kita menjadi seperti apa yang kita impikan. Ini adalah rumus pertama dari rahasia kekuatan pikiran, yaitu buatlah mimpi secara sadar atas apa yang kita harapkan akan terjadi dalam diri kita. Jangan malu-malu, jangan ragu-ragu, jangan setengah-setengah, tetapi benar-benar buatlah sebuah mimpi yang nyata tentang diri kita tersebut. Selamat bermimpi! Dan selamat mengalami perubahan dalam hidup anda!

Sebelum sebatang pohon dapat tumbuh tinggi, terlebih dahulu ia harus menanamkan akarnya jauh ke dalam tanah, demi memperoleh zat gizi. Sama dengan mimpi anda. Bila anda ingin impian berubah menjadi kenyataan, anda harus mencari cara untuk memberi makan dan memelihara mimpi anda.

Sangat tidak realistis untuk berharap bahwa anda dapat mencapai bintang, tanpa terlebih dahulu menanam akar dalam tanah padat. Bermimpi itu gampang – sesuatu yang hidup di alam khayal. Namun mewujudkannya di alam nyata membutuhkan perjuangan keras.

Tanpa akar yang kuat, bahkan pohon tertinggi dan berbesar – akan tumbang. Tanpa terus belajar, bersikap disiplin, memelihara integritas, komitment, ketabahan, kesabaran, dan usaha – bahkan mimpi yang paling mungkin dan paling hebat – akan tumbang.

Mimpi dan tujuan anda memerlukan pemeliharaan. Tanamkan akar mimpi
anda sedalam dan selebar mungkin – hingga tidak ada batas setinggi
tas apa anda akan jangkau…